Nilai Psikologis Pragmatisme Seimbang Menjadi Pemecah Masalah



Penelitian mengeksplorasi nilai psikologis pragmatisme seimbang mendengarkan orang lain dan menjadi pemecah masalah. Pragmatisme yang seimbang meningkatkan persepsi positif masyarakat.

Kita hidup di era perpecahan politik yang intens. Memang benar, banyak hal terpecah belah sehingga sulit bagi orang-orang yang memiliki pandangan berbeda mengenai suatu isu untuk berbicara satu sama lain. Jadi, sinyal seperti apa yang dapat dikirimkan oleh seseorang yang memiliki pandangan mendalam terhadap suatu isu kepada orang lain sehingga dapat membuat orang lain yang tidak sependapat dengan mereka ingin terlibat?

Topik ini dieksplorasi dalam makalah menarik oleh Curtis Puryear dan Kurt Gray dalam Journal of Experimental Psychology: General edisi 2024. Mereka berpendapat bahwa orang-orang ingin berbicara dengan orang lain yang tidak mereka setujui ketika mereka mempunyai persepsi positif terhadap orang tersebut (meyakini bahwa mereka bermoral, cerdas, rasional, dan autentik), dan cara terbaik untuk memperbaiki persepsi ini adalah dengan menggunakan strategi pragmatisme yang seimbang.

Pragmatisme yang seimbang adalah sebuah strategi di mana orang-orang bersedia mempertimbangkan pandangan orang-orang yang tidak mereka setujui (yaitu, mereka seimbang), dan mereka mencari solusi terhadap masalah-masalah sulit yang benar-benar berhasil (yaitu, mereka pragmatis). Para penulis berpendapat bahwa strategi ini lebih baik daripada keseimbangan atau pragmatisme saja dan juga lebih baik daripada strategi seperti memberikan argumen logis yang mendukung pandangan Anda sendiri.

Nilai pragmatisme yang seimbang diuji baik terhadap persepsi politisi maupun persepsi calon lawan bicara.

Dalam studi terhadap politisi, peserta melihat video atau membaca tweet dari politisi sebenarnya. Politisi Partai Demokrat dan Republik dipilih, sehingga penelitian dapat mengeksplorasi dampak strategi komunikasi terhadap persepsi orang-orang yang mungkin Anda setujui dan orang-orang yang mungkin tidak Anda setujui. Beberapa video dipilih untuk menampilkan pragmatisme seimbang di mana politisi menunjukkan keterbukaan terhadap pandangan lain dan keinginan untuk mencari solusi atas masalah-masalah sulit. Penilaian atas persepsi para politisi tersebut dan minat untuk berinteraksi dengan mereka dibandingkan dengan berbagai kondisi lain yang tidak menunjukkan pragmatisme yang seimbang termasuk video lain, iklan kampanye, dan biografi para politisi.

Hasilnya konsisten. Secara keseluruhan, ketika menilai seorang politisi dari partai lain, masyarakat memandang politisi secara lebih positif dan lebih tertarik untuk berinteraksi dengan mereka ketika mereka menggunakan strategi pragmatisme yang seimbang dibandingkan ketika mereka menggunakan strategi lain. Strategi pragmatisme yang seimbang hanya berdampak kecil terhadap penilaian terhadap politisi yang cenderung disetujui oleh seseorang. Artinya, tidak ada dampak negatif dari penggunaan strategi ini, dan dapat meningkatkan keterlibatan dengan orang-orang yang mungkin tidak Anda setujui.

Selain melakukan beberapa studi mengenai persepsi politisi, para peneliti juga mengeksplorasi dampak pragmatisme yang seimbang terhadap persepsi orang lain yang mungkin ingin diajak bicara. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika diberi instruksi, orang dapat menampilkan pragmatisme yang seimbang dalam pernyataan tentang pandangan mereka sendiri (meskipun mereka cenderung tidak melakukannya secara alami, dan mereka tidak pandai melakukannya bahkan ketika diminta). Penelitian lain menemukan bahwa penilaian orang lain lebih dipengaruhi oleh strategi pragmatisme yang seimbang dibandingkan dengan memberikan pernyataan logis tentang pandangan Anda sendiri. Artinya, orang menganggap orang lain yang menunjukkan dirinya seimbang dan pragmatis lebih bermoral, cerdas, dan layak dihormati dibandingkan individu yang memberikan argumen logis tentang pendapatnya. Mereka juga lebih tertarik berinteraksi dengan orang-orang yang menunjukkan pragmatisme seimbang dibandingkan dengan orang-orang yang hanya memberikan argumen logis yang baik.

Hasil ini menunjukkan bahwa saat Anda mengevaluasi lawan atau politisi, Anda ingin berinteraksi dengan seseorang yang menurut Anda ingin melakukan sesuatu yang produktif. Mendengar seseorang memberikan pembelaan yang berapi-api terhadap sesuatu yang mereka sayangi seringkali tidak begitu berguna. Berinteraksi dengan seseorang yang menghormati pandangan Anda dan ingin menyelesaikan masalah akan lebih mungkin membawa kemajuan. Di masa politik yang penuh tantangan ini, penerapan sikap pragmatis yang seimbang sangatlah bermanfaat.


Art Markman, Ph.D., ilmuwan kognitif di University of Texas yang penelitiannya mencakup berbagai topik tentang cara berpikir orang.
Next Post Previous Post