Kata Imam Al Ghazali: Jika Engkau Setan, Lakukanlah Pekerjaan Ini


Kata Imam Al Ghazali: Pekerjaan setan antara lain: menghasut, memfitnah, memecah belah, mengobarkan kebencian dan permusuhan, maka jika engkau adalah setan lakukanlah pekerjaan ini.


Namun, kata Imam Al Ghazali: Siapakah Anda, dan dari mana Anda datang? Kemana Anda pergi, apa tujuan Anda datang lalu tinggal sejenak di di dunia ini, serta di manakah kebahagiaan Anda dan kesedihan Anda yang sebenarnya berada?

Sebagian sifat Anda adalah sifat-sifat binatang, sebagian yang lain adalah sifat-sifat setan dan sesungguhnya Anda juga memiliki potensi sifat-sifat malaikat. Mesti Anda temukan, mana di antara sifat-sifat ini yang aksidental dan mana yang esensial. Sebelum Anda ketahui hal ini, tak akan bisa Anda temukan letak kebahagiaan Anda yang sebenarnya.


Selanjutnya, jiwa di dalam diri manusia penuh dengan keajaiban-keajaiban pengetahuan maupun kekuatan. Dengan itu semua ia menguasai seni dan sains, ia bisa menempuh jarak dari bumi ke langit bolak-balik secepat kilat. Pancainderanya bagaikan lima pintu yang terbuka menghadap ke dunia luar. Tetapi ajaib dari semuanya ini, hatinya memiliki jendela yang terbuka ke arah dunia ruh yang tak kasat-mata.

Dalam keadaan tertidur, ketika saluran inderanya tertutup, jendela ini terbuka dan ia menerima kesan-kesan dari dunia tak-kasat-mata; kadang-kadang bisa ia dapatkan isyarat tentang masa depan.

Hatinya bagaikan sebuah cermin yang memantulkan segala sesuatu yang tergambar di dalam Lauhul-mahfuzh. Tapi, bahkan dalam keadaan tidur, pikiran-pikiran akan segala sesuatu yang bersifat keduniaan akan memburamkan cermin ini, sehingga kesan-kesan yang diterimanya tidak jelas.

Meskipun demikian, setelah mengalami ajal kematian pikiran-pikiran seperti itu sirna dan segala sesuatu tampak dalam hakikat-telanjangnya. Dan kata-kata di dalam al-Qur'an pun menyatakan: "Telah Kami angkat tirai darimu dan hari ini penglihatanmu amat tajam."

Membuka sebuah jendela di dalam hati yang mengarah kepada yang tak-kasat-mata ini juga terjadi di dalam keadaan-keadaan yang mendekati ilham kenabian, yakni ketika intuisi spiritual timbul di dalam pikiran - tak terbawa lewat saluran-indera apa pun.

Manusia dengan tepat disebut sebagi 'alamushshaghir' atau jasad-kecil di dalam dirinya. Struktur jasadnya mesti dipelajari, bukan hanya oleh orang-orang yang ingin menjadi dokter, tetapi juga oleh orang-orang yang ingin mencapai pengetahuan yang lebih dalam tentang Tuhan.

Sebenarnyalah manusia sungguh amat lemah dan hina. Hanya di dalam kehidupan ruhani sajalah ia akan mempunyai nilai jika dengan sarana "kimia kebahagiaan" ia mampu meningkat dari tingkat hewan dan setan ke tingkat malaikat, bersamaan dengan timbulnya kesadaran akan keunggulannya sebagai makhluk terbaik di muka bumi.

 

Siti Rahmah
Sumber: Kimia Kebahagiaan Al Ghazali

Next Post Previous Post