Jawaban Kenapa Hantu Tak Gampang Dilihat Tapi Terkadang Terekam Kamera


Spektrum kasat mata adalah bagian spektrum elektro dari spektrum optik. Mata normal manusia hanya menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm. Meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz).


Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas maksimum di sekitar 555 nm, di wilayah hijau dari spektrum optik. Warna pencampuran seperti pink atau ungu, tidak terdapat dalam spektrum ini karena warna-warna tersebut hanya akan didapatkan dengan mencampurkan beberapa panjang gelombang.

Panjang gelombang yang kasat mata didefinisikan oleh jangkauan spektral jendela optik, wilayah spektrum elektromagnetik yang melewati atmosfer Bumi hampir tanpa mengalami pengurangan intensitas atau sangat sedikit sekali, meskipun cahaya biru dipencarkan lebih banyak dari cahaya merah, salah satu alasan: menggapai langit berwarna biru.


Radiasi elektromagnetik di luar jangkauan panjang gelombang optik, atau jendela transmisi lainnya, hampir seluruhnya diserap oleh atmosfer. Dikatakan jendela optik karena manusia tidak bisa menjangkau wilayah di luar spektrum optik. Inframerah terletak sedikit di luar jendela optik, namun tidak dapat dilihat oleh mata manusia.


Banyak spesies yang dapat melihat panjang gelombang di luar jendela optik. Lebah dan serangga lainnya dapat melihat cahaya ultraviolet, yang membantu mereka mencari nektar di bunga.

Spesies tanaman bergantung pada penyerbukan yang dilakukan oleh serangga sehingga yang berkontribusi besar pada keberhasilan reproduksi mereka adalah keberadaan cahaya ultraviolet, bukan warna yang bunga perlihatkan kepada manusia. Burung juga dapat melihat ultraviolet (300-400 nm).

Keterbatasan Pengelihatan dan Pendengaran Manusia

Indera pengelihatan manusia misalnya, hanya dapat melihat pada gelombang atau spektrum dari warna merah sampai warna ungu, dibawah warna merah atau dikenal sebagai “infra red” mata manusia sudah tak lagi dapat melihatnya. Begitu pula diatas ungu yang dikenal sebagai “ultra violet”, mata manusia juga sudah tak lagi dapat melihatnya, mirip infra red.

Kedua spektrum itu hanya dapat dilihat melalui bantuan alat yang hanya dapat mendetaksi infra red dan ultra violet. Diatas atau dibawah itu seperti sinar alpha beta, gamma dan sejenisnya manusia juga tak mampu melihatnya.


Untuk membuktikannya Anda dapat melakukan percobaan sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan dua alat bantu saja dan keduanya pasti Anda miliki, yaitu sebuah remote control TV atau AC atau remote control apapun. Dan alat kedua adalah kamera ponsel.

Caranya, tekan tombol apapun di remote control dan pada saat yang sama lihatlah LED IR (Iinfra red) pada remote. LED IR harusnya menyala, namun mata Anda tak mampu untuk melihat sinar inra red tersebut. Kini gunakan kamera ponsel Anda, sorot ke LED IR pada remote control yang sedang Anda tekan tombolnya. Maka sinar infra red pada lampu LED akan terlihat oleh Mata Anda melalui kamera ponsel tersebut.


Mengapa kamera ponsel dapat mampu mendeteksi sinar infra red tersebut? Karena dalam ilmu fotografi ada istilah yang disebut frame per second (FPS) atau gambar per gambar dalam setiap detiknya.

FPS, yaitu sebuah satuan kecepatan kamera video dalam mengambil sukma atau objek berdasarkan gambar per gambar, atau penangkapan objek dengan wujud berupa frame atau seperti gambar atau foto.

Tapi karena sangat cepat pergantiannya, maka mata kita tak dapat melihat pergantian gambar per gambar, kecuali dengan suatu alat bantu.

Sedangkan mata manusia azas kerjanya tak sama seperti video kamera. Pada mata manusia penglihatannya adalah konstan dan terus menerus, bukan berdasarkan frame per frame.

Itu baru contoh dan pembuktian kecil, bahwa mata kita hanya dapat melihat pada spektrum terbatas dari tak terbatasnya frekuensi di jagad raya.

Sama seperti penglihatan, pendengaran manusia juga sangat terbatas, hanya sekitar 20-22 Hertz hingga 20-22 kilo Hertz, dibawah dan diatas itu disebut infra sonic dan ultra sonic.

Nyaris dibatas atas pada dunia audio mirip suara treble, dan nyaris pada batas bawahnya mirip dentuman bass.

Di luar kedua batas atas dan batas bawah frekuensi suara itu, manusia mulai tak dapat lagi mendengarnya melalui panca indera yang dimilikinya, telinga.

Berbeda dengan hewan, beberapa hewan dapat melihat spektrum cahaya dan dapat mendengar spektrum frekuensi suara di luar kemampuan manusia. Oleh karenanya banyak jenis hewan yang dapat melihat makhluk astral.


Next Post Previous Post