Advis Cara Olah Nafas untuk Menyehatkan Pisik dan Mental


Dalam penelitian Institute of Neuroscience di Trinity College Dublin ditemukan bahwa olah pernafasan adalah kunci penting bagi kesehatan pisik dan mental.

Cara Anda bernafas memiliki efek langsung pada detak jantung Anda. Itu dapat mempengaruhi setiap sistem utama dalam tubuh Anda.

Pernafasan yang cepat tidak baik untuk tubuh Anda.

Jadi, bagaimana Anda bernafas dengan benar?

Cukup bernafas dengan perbandingan rasio 1 banding 2. Ini adalah perbandingan durasi waktu menghirup dan waktu menghembuskan yang secara substansial dapat menormalkan detak jantung Anda.

Cobalah menghembuskan napas dua kali lebih lama dari saat menghirupnya.

Kemudian berkonsentrasilah dan lakukan hal itu 5 hingga 10 menit.

Apa yang Anda lakukan tidak jauh berbeda dari meditasi transendental.

Dengan demikian secara otomatis dapat menyegarkan suasana hati Anda.

Sebuah penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa pernapasan memang mempengaruhi aktivitas otak, dan akan lebih mampu mengingat sesuatu dan mengendalikan rasa takut saat menghirup napas melalui hidung mereka.

Saat menhadapi situasi menakutkan ataupun stress, para ahli kesehatan mental telah sejak lama memberikan sebuah saran sederhana, yakni untuk menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkannya dari mulut. Saat ini, sebuah penelitian menyarankan bahwa teknik pernapasan ini benar-benar memberi dampak ativitas pada otak dan bahkan dapat meningkatkan memori Anda.

Ketika bernapas melalui mulut, semua efek ini akan menghilang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa irama pernapasan menciptakan aktivitas listrik di otak, menurut laporan yang diterbitkan The Journal of Neuroscience.

“Data kami memang masih sangat awal, namun menarik,” kata penulis utama Christina Zelano,PhD, seorang asisten profesor neurologi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine. “Dan meskipun terlalu awal pada tahap ini, data ini memiliki potensi untuk membawa beberapa strategi pernapasan yang berguna bagi peningkatan kognitif.”

Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa dengan menghirup napas melalui hidung akan terjadi ‘perbedaan dramatis’ pada area otak yang berhubungan dengan pengolahan emosional (amigdala) dan memori (hippocampus), dibandingkan dengan ketika menghembuskan napas.


Nisrina Darnila - Amanda MacMillan
health.com; jneurosci.org, National Geographic
Next Post Previous Post