Bagaimana Steve Jobs Menggunakan Tiga Pedoman Aristoteles


Steve Jobs telah terukir dalam sejarah sebagai ikon teknologi dunia, inovasinya berhasil mengubah gaya hidup sejagat - visinya "komputer di tangan setiap orang" terbukti dalam wujud ponsel pintar.

 
Steve Jobs juga dikenal ahli seni retorika. 
 

Riset terhadap Steve Jobs menunjukkan bahwa kharisma bukanlah kualitas atau bakat bawaan, seperti anggapan banyak orang selama ini. Kharisma ternyata bisa dipandang sebagai konsekuensi dari hubungan antara seorang pemimpin/pembicara, audiens (yang melihatnya), dan konteks (yang dialaminya).

Betapa pentingnya bagi seorang pemimpin untuk menentukan dulu tema inti yang ingin disampaikan, setelah itu baru pikirkan cara untuk menyampaikannya di berbagai acara publik. Gunakan strategi kombinasi antara ethos, pathos, dan logos dengan tingkat dominasi yang berbeda-beda sesuai konteks.

Faktor pendorong dalam retorika Jobs adalah ethos-nya, yang sangat memengaruhi seberapa besar ia memakai logos dan pathos-nya. Ketika ethos (kredibilitasnya) rendah, Jobs akan meningkatkan pathos (mencoba mengambil simpati) dan menurunkan logos (argumen yang bersifat baku).

Steve Jobs memahami level ethos di hadapan audiens, lalu menentukan kombinasi yang tepat antara pathos dan logos dalam retorikanya.

Di samping meramu dosis antara tiga pedoman Aristoteles itu, Jobs pun memanfaatkan strategi retorika seperti amplifikasi, repetisi, dan re-framing (membingkai ulang) topik diskusi supaya sesuai dengan pesan yang ingin ia sampaikan.

 
Memulai Usaha di Garasi, Kini Apple Bernilai Lebih Rp 45 Ribu Triliun

Apple didirikan oleh Steve Jobs dan teman sekelasnya di SMA, Steve Wozniak pada tahun 1976 di garasi keluarga Jobs. Itu adalah perusahaan komputer pribadi pertama yang sukses. Apple "go public" empat tahun kemudian dalam penawaran umum terbesar sejak debut Ford Motor pada tahun 1956. Akhir 1980, pembuat komputer itu berilai lebih tinggi dengan hampir $2 miliar daripada pembuat mobil ikonik Ford.


Kembali dari tepi jurang kebangkrutan

Terobosan Apple berikutnya datang dalam bentuk Macintosh, komputer dengan antarmuka pengguna grafis. Tetapi Mac dikritik karena kapasitas memori yang tidak memadai dan karena seperti mainan. Ini menyebabkan pemecatan Jobs pada 1985. Jobs kembali pada tahun 1997 untuk menyelamatkan perusahaan dari ambang kebangkrutan. Apple tidak pernah melihat ke belakang berkat produk seperti iPod dan iPhone.


Momentum dari iPhone

Produk Apple yang paling inovatif tetap iPhone, ponsel pertama yang mengemas pemutar musik, browser web, dan kemampuan email dalam satu perangkat. IPhone, memulai revolusi smartphone pada tahun 2007, mendorong bangkutnya pesaing seperti Motorola dan Blackberry, masih merupakan penghasil uang utama Apple dan merupakan inti dari rencana perusahaan untuk mengembangkan bisnis layanannya.
 
 

Anita Fransiska
Loizos Heracleous, Laura Klaering
Charismatic Leadership and Rhetorical Competence: An Analysis of Steve Job's Rhetoric
Next Post Previous Post